Kamis, 09 April 2015

AHLUSUNNAH WAL JAMA'AH


http://pesona76.blogspot.com/2015/04/ahlusunnah-wal-jamaah.html



Arti Ahlusunnah ialah Penganut Sunnah Nabi.
Arti Wal-Jamaah ialah Penganut I’tiqod ( keyakinan )sebagai I’tiqod jama’ah sahabat-sahabat Nabi
Kaum ahlusunnah wal-jama’ah ialah kaum yang menganut I’tiqod  sebagai  yang dianut oleh Nabi Muhammad saw, dan sahabat-sahabat beliau.
            I’tiqod Nabi dan sahabat-sahabat itu termaktub dalam Al-Qur;an dan Sunnah Rasul secara terpencar-pencar, belum tersusun secara rapid an teratur, tetapi kemudian dikumpulkan dan dirumuskan dengan rapi oleh seorang ulama’ Ushuluddin yang besar, yaitu Syeikh Abu Hasan ‘Ali al Asy’ari (lahir di basrah tahun 260 H- wafat di Bashrah juga tahun 324 , dalam  usia 64 tahun)
            Karena itu ada orang yang member nama kepada kaum ahlusunnah wal-jama’ah dengan kaum ‘Asya’ariyah, jamak dari ‘Asy’ari, dikaitkan kepada Imam Abu Hasan ‘Ali Al Asy’ari tersebut.
            Dalam kitab Ushuluddin biasa juga dijumpai perkataan ‘sunny’ kependekan Ahlusunnah Wal Jama’ah. Orang-orangnya disebut “Sunniyun”.
Tersebut dalam kitab “Ihtihaf Sadatul Muttaqin” karangan Imam Muhammad bin Muhammad al Husni az Zabidi, yaitu kitan syarah dari kitab “Ihya Ulumuddin” karangan Imam Ghozali pada jilid II, hal 6
إذا أطلق أهل السنة فاالمراد به الأشاعرة والماتريدية
Artinya : Apabila disebut kaum Ahlusunnah wal jama’ah, maka maksudnya ialah orang-orang yang mengikuti rumusan (faham) Asy’ari dan fahamAbu Mansur al Maturidi.
Siapa Abu Mansur Al Maturidi ini ?
Abu Mansur Al maturidi adalah seorang ulama’ Ushuluddin juga, yang faham dan I’tiqodnya sama atau hamper sama dengan Abu Hasan Al Asy’ari. Beliau wafat disebuah desa bernama Maturidi Samarqand, diasia Tengah pada tahun 333 H.
Sudah menjadi adat kebiasaan dalam dunia islam, bahwa hokum-hukum agama yang digali dari Al Qur’an dan Hadist oleh seorang imam, maka hukum tersebut dinamai madzab. Hasil ijtihad imam Hanafi dinamai dengan Madzab Imam Hanafi, Hasil ijtihad imam Maliki dinamai dengan Madzab Imam Maliki, Hasil ijtihad imam Syafi’I  dinamai dengan Madzab Imam Syafi;I, Hasil ijtihad imam Ahmad bin Hanbal  dinamai dengan Madzab imam Ahmad bin Hanbal. Walaupun pada hakikatnya semuanya adalah agama Allah yang termaktub dalam Al-Qur’an dan hadist.
            Begitu juga dalam soal I’tiqod. Hasil galian dari Qur’an dan Hadist oleh Imam Abu Hasan Al Asy’ari dinamai Madzab Asy’ari / faham Asy’ari, walaupun pada hakikatnya Imam Abu Hasan Asy’ari hanya menggali, merumuskan, memfatwakan, menyiarkan, mempertahankan apa yang sudah ada dalam Al Qur’an dan Hadist  juga, apa yang sudah di I’tiqodkan oleh Nabi Muhammad SAW, dan sahabat-sahabatnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar